Sunday, 20 December 2015

Senja,
Aku merindukan setiap hadirmu. Setiap sapuan angin sejuk yang menyapu kulit. Aku merindukannya.
Cahaya yang membiarkanku tetap dapat melihat meskipun matahari hendak pulang meninggalkan siang.
Aku merindukanmu, senja.
Hingga detik ini, aku tak menemukan penggantimu disetiap sudut jalan yang aku lalui.
Tahukah kau, senja? Aku tak pernah mau menggantimu dengan apapun. Namun kau selalu pergi didalam gelap malam. Lalu kau membiarkanku berharap agar kau kembali. Hingga detik ini.
Aku tak pernah mau menggantimu dengan yang lain. Semua akan terasa berbeda jika bukan kau, senja.
Kali ini, aku sangat mengharapmu kembali. Menemani aku dalam sebuah perenungan.
Senja, kau tak akan mengabaikan harapanku, bukan?
Maka, kembalilah barang sejenak.

No comments:

Post a Comment