Senja,
Aku merindukan setiap hadirmu. Setiap sapuan angin sejuk
yang menyapu kulit. Aku merindukannya.
Cahaya yang membiarkanku tetap dapat melihat meskipun
matahari hendak pulang meninggalkan siang.
Aku merindukanmu, senja.
Hingga detik ini, aku tak menemukan penggantimu disetiap
sudut jalan yang aku lalui.
Tahukah kau, senja? Aku tak pernah mau menggantimu dengan
apapun. Namun kau selalu pergi didalam gelap malam. Lalu kau membiarkanku
berharap agar kau kembali. Hingga detik ini.
Aku tak pernah mau menggantimu dengan yang lain. Semua akan
terasa berbeda jika bukan kau, senja.
Kali ini, aku sangat mengharapmu kembali. Menemani aku dalam
sebuah perenungan.
Senja, kau tak akan mengabaikan harapanku, bukan?
Maka, kembalilah barang sejenak.
No comments:
Post a Comment