Sunday, 27 December 2015

Aku tak bisa berlama-lama menyentuh nadimu. Merasakan setiap detak jantungmu di dadaku. Maafkan, aku tak bisa mendampingi setiap hela nafasmu.
Tapi kelak pada suatu pagi, aku akan duduk disampingmu dengan secangkir teh hangat untukmu. Lalu kita berdua menikmati pagi dalam sebuah pelukan.

No comments:

Post a Comment