Jika suatu waktu aku memperhatikanmu dalam-dalam, mungkin aku menemukan sosok "aku" hadir pada dirimu.
Ketika itu, kau mulai bisa merasa seperti aku.
Lalu tiba-tiba kau dapat mencium aroma parfum yang biasa ku pakai.
Akhirnya kau menangis juga ketika akupun menangis ditempat yang berbeda.
Tanpa memberi perintah, seluruh sel tubuh telah bergerak dengan sendirinya. Sama seperti yang aku lakukan ditempat yang berbeda.
Kemudian waktu, kau hampir mengelak terhadap semua itu.
Kau dan Aku hampir tak mau mengakui apa yang kita rasakan setelah hari itu.
Masih sama, masih tetap sama. Hanya saja kau mulai merasa gengsi untuk mengakui atau bahkan akupun begitu.
Aku bukan peramal yang tahu isi lubuk hatimu. Biarlah kau sadari semuanya sendiri.
Ketika itu, kau mulai bisa merasa seperti aku.
Lalu tiba-tiba kau dapat mencium aroma parfum yang biasa ku pakai.
Akhirnya kau menangis juga ketika akupun menangis ditempat yang berbeda.
Tanpa memberi perintah, seluruh sel tubuh telah bergerak dengan sendirinya. Sama seperti yang aku lakukan ditempat yang berbeda.
Kemudian waktu, kau hampir mengelak terhadap semua itu.
Kau dan Aku hampir tak mau mengakui apa yang kita rasakan setelah hari itu.
Masih sama, masih tetap sama. Hanya saja kau mulai merasa gengsi untuk mengakui atau bahkan akupun begitu.
Aku bukan peramal yang tahu isi lubuk hatimu. Biarlah kau sadari semuanya sendiri.
No comments:
Post a Comment