Tuesday, 26 April 2016

Suatu ketika aku menyadari bahwa aku harus berjalan sendiri. Menjadi orang asing diantara orang-orang yang saling mengenali.
Semuanya, segalanya, hanya satu jalan dan itu aku sendiri.
Ini sebuah keegoisan pola pikir ketika kerumunan orang hanya beriak saja, tanpa melakukan sesuatu.
Aku bukan tak mau menikmatihidup, hanya saja kebahagianku sedikit berbeda untuk kali ini.
Maka kali ini aku hendak berpamitan padamu.

Thursday, 21 April 2016

Matahari kembali bersembunyi dalam gelap langit. Lalu aku hanya duduk dibalik jendela.
Aku merasa kehilangan sebuah jejak karenanya.
Aku merasa sesak hingga setengah nafasku hampir hilang.
Aku ingin menangis tapi tak tahu gegara apa.
Aku kehilangan kau dan cahayanya.

Tuesday, 19 April 2016

"aku menjadi gila ketika aku tak dapat menulis apapun untukmu, padahal jelas-jelas aku merindukannmu sangat dalam".

Saturday, 16 April 2016

Hai, aku selalu ingin berkata-kata padamu. Tapi apa daya, lidahku kali ini kelu. Jadi biarkan aku menulis saja untukmu.

Hari ini entah hari kesekian untukku berjarak denganmu.
Sama, sedari kemarin lusa aku ingin pulang menemuimu.
Tak hanya gegara rindu, tapi disini sangat membosankan, terutama tanpamu.
Setiap pagi aku harus terbangun dengan susah payah. Kadang harus dibantu orang hanya untuk membuka jendela.
Aku suka jendela terbuka saat pagi datang.
Lalu siangnya harus bertemu dengan orang yang sampai sekarang aku tak tahu namanya. Andai saja itu kau, mungkin terasa lebih menyenangkan.
Kemudian saat malam datang, aku tak bisa tertidur nyenyak. Saat suasana hening, detak jantungku terdengar tak beraturan.
Dan kembali lagi ke pagi yang sama.

Tapi percayalah, hari ini sudah lebih baik.
Dan mungkin lusa, aku bisa berbicara padamu banyak hal, aku janji.

"."

Tuesday, 12 April 2016

Pagi ini aku hanya butuh kau untuk hidup.
Di luar sana terlalu banyak manusia menyebalkan yang aku temui.
Aku lelah jika harus memberikan pengertian dan perhatian kepada mereka.
Jika kau akan berjanji datang hari ini, akupun akan berjanji untuk melewati hari ini dengan baik-baik saja.
Coklat hangat dan sepotong roti semoga akan menjadi pengganjal agar aku tak terlalu merindukanmu.

Wednesday, 6 April 2016

Jangankan untuk mengadu, menangis dihadapannya pun aku tak mampu.
Entah malu atau gegara aku tak begitu ingin kau ikut pilu.
Biarkan saja tangis itu kusimpan rapat-rapat dalam penghujung malam.
Saat kau terlelap dalam pelukan malam.
Lalu aku mengakhiri sajak dengan tangisan.

Tuesday, 5 April 2016

Jika suatu waktu aku memperhatikanmu dalam-dalam, mungkin aku menemukan sosok "aku" hadir pada dirimu.
Ketika itu, kau mulai bisa merasa seperti aku.
Lalu tiba-tiba kau dapat mencium aroma parfum yang biasa ku pakai.
Akhirnya kau menangis juga ketika akupun menangis ditempat yang berbeda.

Tanpa memberi perintah, seluruh sel tubuh telah bergerak dengan sendirinya. Sama seperti yang aku lakukan ditempat yang berbeda.

Kemudian waktu, kau hampir mengelak terhadap semua itu.
Kau dan Aku hampir tak mau mengakui apa yang kita rasakan setelah hari itu.

Masih sama, masih tetap sama. Hanya saja kau mulai merasa gengsi untuk mengakui atau bahkan akupun begitu.

Aku bukan peramal yang tahu isi lubuk hatimu. Biarlah kau sadari semuanya sendiri.