Semuanya telah silih berganti. Udara yang hadir
disekitar, cuaca, hujan dan mentari yang. Itu akan berjalan dengan
sendirinya. Seperti saat waktu yang mempertemukan kita di persimpangan hidup.
Dan berubah juga dengan bergulirnya detik. Tuhan nampaknya memang mengijinkan
kita bersama meskipun kita tidak benar-benar selalu bersama. Tapi, aku
bersyukur mengenalmu.
Lalu, hidup kita mengalir dengan waktu. Dari hal
yang nampaknya sepele, hingga hal yang tidak sepele mungkin. Namun aku tak
pernah bisa mengkotak-kotakan hal yang berhubungan denganmu. Apapun itu,
berharga lebih dari nilai yang orang lain sematkan. Seperti perkenalan kita
yang selalu berharga.
Telah terikat hati,
mungkin dari saat perkenalan itu. kuasaMu yang membiarkan itu terjadi. Berkaitan
seperti daun dengan dahan. Itu mungkin dapat terlepas. Tapi, seperti daun juga,
jika itu terlepas, berarti sudah tak bernyawa, begitu juga aku.
No comments:
Post a Comment