Aku terlalu menyayangimu disetiap detiknya. Namun,
kadangkala waktu tak mengizinkan kita saling bersentuhan. Aku selalu berharap
waktu itu hadir untukku, untuk kita yang saling merasakan hal yang sama.
Tenanglah, aku selalu menunggumu disini. Ditempat
yang menemani kita untuk melewati waktu. Sendiri, dan aku tetap menunggu. Singgahilah
aku beberapa saat. Sesempat pelangi yang muncul setelah hujan reda dan
membuatku merasa nyaman sesaat sebelum pelangi itu kembali menghilang dan tak
nampak, seperti kamu.
Aku harap kamu benar-benar kembali ketempat ini.
Tempat aku menunggumu setiap harinya. Meskipun aku tak pernah tahu pasti akan
kah kamu kembali kesini. Bersama segala hal yang aku rindukan dari dirimu.
Tenanglah, aku selalu menunggumu disini. Ditempat yang telah membiarkan kita
saling merindu.
Aku terlalu banyak mengoceh tentang dirimu. Dengan
semua kata-kata yang keluar dari jemari yang sedih dan kebingungan. Sepi pun
tak pernah tinggalkan jemari itu. Dan kembali, akhirnya aku tak pernah bisa
berbuat apa-apa. Bergumam tentang apa yang aku rasa, dan terdiam.
Aku benar-benar merindukanmu saat ini dan aku tak
bisa berbuat apa-apa. Singgahilah aku sesempat yang kamu bisa. Atau biarkan
saja waktu yang akan membawamu kembali ketempat ini. Tempat yang hingga saat
ini masih beraromamu, dan aku merindukannya.
Telah habislah kata-kata kekosongan dalam kesendirian. Aku tak pernah bergurau dengan semua ini. Semoga kamu bisa menafsirkan kata-kata kerinduan ini. Dan merasakan hal yang sama juga, seperti aku, yang tetap menyayangi segalamu.