Aku kembali mengarungi
kebiasaanku. Ya, mulai bercerita lagi denganmu. Semua hayal dan nyata yang
terkadang aku persatukan. Bukan karena sengaja aku persatukan, namun terkadang
aku tak bisa memilah yang seharusnya nyata dan yang seharusnya hayal.
Kali ini, aku bercerita
tentangmu. Mungkin kamu tak akan mengira aku bercerita sejauh ini tentangmu.
Ya, karena aku merasa aku sudah terlalu jauh menyayangi segalamu. Dari hal yg
kamu anggap hanya setitik debu yang tak kamu perhitungkan. Tapi, aku tahui itu
dan aku menyayangi segalamu. Dan, semua bagian dari hidupmu, dirimu dan semua
yang memiliki rantai denganmu, alur berkelok ataupun yang lurus saja ang selalu
aku pelajari dan semua nampak sulit. Tapi, aku tahui itu dan aku menyayangi
segalamu.
Aku mulai menyukai
segalamu (lagi). Menyurati diriku dengan semua tentang kamu. Kadang, membahas
semua yang ada di dirimu walaupun tak ada yang benar-benar dapat aku ajak
berbincang tapi, aku suka. Dan, aku sendiri. Membuka sebuah forum resmi di
pangkal fikiran cukup aku saja yang menjalankan diskusi ini dengan segala aspek
tentang kamu. Ya, seperti ddiskusi yang
lainnya, aku tetap menyukai semua tema pembincaraan, dan itu kembali tentang
kamu.
Mungkin aku jadi
seorang maniak. Ya mungkin karena aku terlalu mementingkan segalamu. Seperti
fans-fans fanatic yang teriak-teriak meneriakan namamu di sepanjang waktu yang
aku bisa. Mengoleksi hal yang berbau kamu. Gila mungkin, tapi itu lah. Aku
maniak. Menjadi maniak karena kamu.
Aku menyukai kamu dan
membahas selalu tentang kamu. Seperti gossip yang selalu diumbar dan tak pernah
terhitung pengulangan itu. Ya, seperti aku yang tak pernah bosan membahasmu,
sampai pada kata ini.aku selalu ingin benar-benar selalu membahasmu tanpa rasa
jemu. Seperti gossip itu.
Dan, kamu menjadi
segalaku sekarang. Entah gara-gara kamu menjadi topic diskusiku, atau aku
menjadi maniak, atau juga kamu seperti bahan gossip. Yasudahlah, aku
benar-benar menyukaimu nampaknya. Dengan segala yang melekat di dirimu. Aku
suka. Dan aku menyayangimu sebagai indah yang berbeda. Aku tahui itu dan aku
menyayangi segalamu.
No comments:
Post a Comment