Aku memandangimu dibawah sendu yang hadir. Tak tahu itu
karena ulahmu atau ulahku. Yang pasti saat ini kesenduan itu hadir diantara
kita, atau mungkin hanya diantara aku saja. Kamu memang tidak terlalu peka akan
semua angin yang ada disekitarmu, bahkan gemericik air yang indahpun kamu lupakan.
Entahlah, tak mengapa. Hanya saja aku berharap kamu peka terhadap aku, hatiku
dan apa yang aku rasakan. Seperti sendu ini, semoga kamu tahu. Tapi aku tak
benar-benar ingin kamu merasakan sendu ini. Terlalu sakit mungkin, dan aku tak mau
kamu tau jika sendu ini begitu sakit. Cukup tahui lah kasih, aku sendu di kala
ini. Peluk aku hingga sendu itu tak lagi memelukku.
No comments:
Post a Comment