Jika aku harus menghapusmu dari hati, itu tak semudah saat harus pura-pura tersenyum ketika ada orang lain yang menanyakan tentangmu padaku.
Ribuan jam tanpamu telah aku lalui meski aku tak pernah ingin seperti ini.
Ratusan hari telah aku lewati sendiri.
Aku pura-pura tak terluka. Aku pura-pura tak mencinta. Hingga suatu waktu telah membangkitkan seluruh kenanganku tentangmu, tentang kita.
Aku bodoh, teramat bodoh ketika aku pernah berfikir bahwa aku harus mengubur semuanya tentangmu agar aku tak merasakan sakit. Tapi semua hal itu semakin membuatku luka. Kehilanganmu saja sudah membuat luka menganga, apalagi aku harus melupakanmu, membuat luka itu semakin besar.
Sesempat angin menyapu kulit, secepat itu pula aku dapat mengingat lagi tentangmu.
Aku butuh waktu hingga luka itu sembuh.
Aku butuh kamu, setidaknya hanya sekedar kata pamit.
Perpisahan, bukan masalah terlalu cepat atau belum siap, tapi masalah kekosongan jiwa yang tiba-tiba hadir dengan lubang yang amat besar secara sekaligus.
...
Dan, Aku mencintaimu,
Ribuan jam tanpamu telah aku lalui meski aku tak pernah ingin seperti ini.
Ratusan hari telah aku lewati sendiri.
Aku pura-pura tak terluka. Aku pura-pura tak mencinta. Hingga suatu waktu telah membangkitkan seluruh kenanganku tentangmu, tentang kita.
Aku bodoh, teramat bodoh ketika aku pernah berfikir bahwa aku harus mengubur semuanya tentangmu agar aku tak merasakan sakit. Tapi semua hal itu semakin membuatku luka. Kehilanganmu saja sudah membuat luka menganga, apalagi aku harus melupakanmu, membuat luka itu semakin besar.
Sesempat angin menyapu kulit, secepat itu pula aku dapat mengingat lagi tentangmu.
Aku butuh waktu hingga luka itu sembuh.
Aku butuh kamu, setidaknya hanya sekedar kata pamit.
Perpisahan, bukan masalah terlalu cepat atau belum siap, tapi masalah kekosongan jiwa yang tiba-tiba hadir dengan lubang yang amat besar secara sekaligus.
...
Dan, Aku mencintaimu,
No comments:
Post a Comment