Tuesday, 31 May 2016

Rindu Tak Berujung, NBJ 2016

Jika aku harus menghapusmu dari hati, itu tak semudah saat harus pura-pura tersenyum ketika ada orang lain yang menanyakan tentangmu padaku.
Ribuan jam tanpamu telah aku lalui meski aku tak pernah ingin seperti ini.
Ratusan hari telah aku lewati sendiri.
Aku pura-pura tak terluka. Aku pura-pura tak mencinta. Hingga suatu waktu telah membangkitkan seluruh kenanganku tentangmu, tentang kita.
Aku bodoh, teramat bodoh ketika aku pernah berfikir bahwa aku harus mengubur semuanya tentangmu agar aku tak merasakan sakit. Tapi semua hal itu semakin membuatku luka. Kehilanganmu saja sudah membuat luka menganga, apalagi aku harus melupakanmu, membuat luka itu semakin besar.
Sesempat angin menyapu kulit, secepat itu pula aku dapat mengingat lagi tentangmu.
Aku butuh waktu hingga luka itu sembuh.
Aku butuh kamu, setidaknya hanya sekedar kata pamit.
Perpisahan, bukan masalah terlalu cepat atau belum siap, tapi masalah kekosongan jiwa yang tiba-tiba hadir dengan lubang yang amat besar secara sekaligus.
...
Dan, Aku mencintaimu,

Thursday, 26 May 2016



Aku merasa hampa ketika sapaanmu setiap pagi menjadi tiada. Sebuah ke’basa-basi’an yang selalu aku nantikan keberadaannya.
Hariku kosong. Otakku kosong. Tanpamu, tanpa cerita darimu. Aku hanya penyendiri yang tak pernah beranjak dari meja yang menghadap ke  jendela. Aku menjadi penyendiri yang teramat sendiri. Kali ini tanpamu, aku makin merasa seperti wadah yang kosong, tanpa air, tanpa udara, tanpa apapun didalamnya. Sudikah kau mengisi wadah itu kembali? Sudikah kau membagi ceritamu lagi padaku seperti dulu?
Kita telah berada pada titik kesibukan manusia modern yang dewasa. Menghadapi setumpuk pekerjaan yang berhujung lelah. Aku tahu ini akan kita lalui dari jauh-jauh hari, bahkan saat sebelum aku memelukmu.
Hingga aku merancang untuk sebisa mungkin akhir dari setumpuk pekerjaanku bukan lelah, tapi kamu. Hingga aku terlalu sibuk berencana lalu kamu pergi dalam bayangan yang aku tak pernah sadari akan datang secepat ini. Hingga akhirnya aku tetap berhujung pada lelah.
Nampaknya, aku merindukanmu kembali, dalam bisu, dalam hening, dalam gelap hingga mataku tak tahu bahwa aku sedang menangisi kerinduan ini.

Wednesday, 4 May 2016

Akhirnya, aku harus belajar mencintai lagi. Menatap wajahnya lekat dan berusaha menghadirkannya dalam hati.
Memang, cinta tak tahu kapan datang, tapi semoga, padamu lah aku berlabuh.