Ketika suatu malam telah berhasil mempertemukan kita, kau memelukku erat.
Hingga kita tak melepas pelukan itu.
Hingga detak jantung berpadu dalam iringan waktu.
Akhirnya kau berhasil menyentuhku. Menyentuh hati yang telah lama takut terjamah. Hati yang takut terluka oleh manusia tak berhati.
Fajar mulai menampakan sedikit sinar. Lalu kita saling berjanji agar tetap saling merindu. Tetap saling merasa dengan jiwa. Tetap saling mengasihi dengan hati.
Tetap bersama melaju dengan waktu.
Aku merindumu, aku merindukan aroma tubuhmu, aku merindukan sentuhanmu, aku merindukan kecupanmu, aku merindukan pelukanmu, aku merindukan setiap bagian darimu.
Demi cinta dan seluruh kerinduan, aku menyayangimu hingga detik ini.
Hingga kita tak melepas pelukan itu.
Hingga detak jantung berpadu dalam iringan waktu.
Akhirnya kau berhasil menyentuhku. Menyentuh hati yang telah lama takut terjamah. Hati yang takut terluka oleh manusia tak berhati.
Fajar mulai menampakan sedikit sinar. Lalu kita saling berjanji agar tetap saling merindu. Tetap saling merasa dengan jiwa. Tetap saling mengasihi dengan hati.
Tetap bersama melaju dengan waktu.
Aku merindumu, aku merindukan aroma tubuhmu, aku merindukan sentuhanmu, aku merindukan kecupanmu, aku merindukan pelukanmu, aku merindukan setiap bagian darimu.
Demi cinta dan seluruh kerinduan, aku menyayangimu hingga detik ini.
No comments:
Post a Comment