Aku mengenalmu belum begitu lama. Maaf jika aku lancang menilaimu. Lelaki yang telah tulus menerima semua kekurangan.
Mungkin kita bertemu sudah lama, hampir beberapa tahun yang lalu.Dan takdir Tuhan membawa kita kesini. Ke dalam sebuah pertemuan yang aku tak tahu jika aku akan menemuimu disini.
Kamu, lelaki yang membiarkanku percaya akan takdir. Kamu, lelaki yang tak pernah ngotot untuk kita bisa bersanding, namun kamu tetap selalu membuatku merasa dimiliki.
Ini bukan hanya sekedar pujian. Aku mengagumi pribadimu.
Dan kamu, selalu membuat cinta ini beriringan dengan logika.
Terimakasih telah mengajarkan banyak hal, Ham. Terimakasih telah menjaga perasaan ini, karena kamu memang pandai menjaga perasaan wanita kan? Ya, seperti yang selalu ibumu ceritakan kepadaku.
Tetap menjadi dirimu yang selalu ku kagumi.
Mungkin kita bertemu sudah lama, hampir beberapa tahun yang lalu.Dan takdir Tuhan membawa kita kesini. Ke dalam sebuah pertemuan yang aku tak tahu jika aku akan menemuimu disini.
Kamu, lelaki yang membiarkanku percaya akan takdir. Kamu, lelaki yang tak pernah ngotot untuk kita bisa bersanding, namun kamu tetap selalu membuatku merasa dimiliki.
Ini bukan hanya sekedar pujian. Aku mengagumi pribadimu.
Dan kamu, selalu membuat cinta ini beriringan dengan logika.
Terimakasih telah mengajarkan banyak hal, Ham. Terimakasih telah menjaga perasaan ini, karena kamu memang pandai menjaga perasaan wanita kan? Ya, seperti yang selalu ibumu ceritakan kepadaku.
Tetap menjadi dirimu yang selalu ku kagumi.
No comments:
Post a Comment