Tuesday, 29 September 2015

Aku bukan tak mempercayaimu, ini hanya sebuah kekhawatiran, boleh kan? Aku tahu hati ini selalu kamu jaga, yaa begitulah seperti biasanya. Namun angin pada musim ini nampaknya lebih kencang. Aku takut tiba-tiba angin menjatuhkannya.

Friday, 25 September 2015

Malamku masih sama saja. Diam-diam hati selalu mengucap keras doa untuk kalian yang membuatku selalu menaruh rindu.
Ini sebuah kebiasaan malam yang tak akan pernah bisa berubah. Karena ini tak akan pernah usang. Tuhan selalu membiarkan rindu itu tetap tumbuh subur, hingga akhirnya kebiasaan ini tak akan pernah hilang.
Selamat malam kalian, Aku menunggu pertemuan kita.

Thursday, 24 September 2015

Aku percaya kamu tak akan benar-benar melakukan itu. Kamu tak sebodoh itu, kan? Ya, bodoh untuk tetap menunggu angin agar bisa terlihat. Lucunya itu tak dapat terjadi. Kamu terus menunggu tanpa melakukan apapun. Ini konyol.

Saturday, 19 September 2015

Aku bisa merindukanmu sebanyak apapun yang aku mau. Namun, aku tak bisa selalu bersamamu. Itu hanya kuasa Sang Pemilik Waktu. Jadi, jika aku menemuimu aku selalu ingin membuat itu menjadi waktu terbaik untuk kita.

Monday, 14 September 2015

Saya tak banyak bercerita tentang orang lain di blog ini. Karena apa? karena saya tidak tahu cerita orang lain itu seperti apa. Saya masih belum banyak tahu cerita tentang orang lain. Saya takut menceritakan hal yang saya belum tahu benar. Jadi, saya tidak menceritakan tentang orang lain. Atau mungkin saya memang terlalu egois untuk tidak bercerita tentang orang lain? Yaa bisa saja. Ini semua tentang saya dan apa yang saya rasa. Ini hanya sebuah sudut pandang dari diri saya sendiri. Jadi jika ada pendapat berbeda dari orang lain yaa sah sah saja. Sudut pandang dan persepsi memang tidak ada yang salah.
Tulisan di blog ini, adalah sepenggal cerita yang memenuhi pikiran saya, hatipun nampaknya. Saya suka menuliskan semua itu, karena memang saya tak begitu pandai mengingat.Jika oranglain menilai pribadi saya dari tulisan di blog ini, sekali lagi, sah sah saja. Itu hak masing-masing pribadi.
Tulisan di blog ini, sering kali memuat tentang pikiran dan perasaan saya terhadap orang lain. Namun saya tak menjelaskan secara gamblang itu untuk siapa. Kenapa? Karena itu cara saya berkomunikasi dengan orang orang yg saya maksud, orang orang yg ada dipikiran dan hati saya. Pasti orang yg saya maksud paham akan apa yang saya sampaikan.
Saya tak bermaksud untuk menulis hal yang puitis, romantis atau apapun yang orang lain nilai. Saya hanya ingin menulis ini, boleh kah? Itu hak saya, bukan?
Saya tak menuntut oranglaulin menyukai tulisan saya yang jauh dari sempurna ini. Sungguh, saya hanya ingin menulis. Namun, jika ada yang menyukai tulisan saya, terimakasih. Itu menjadi sebuah bonus bagi saya.

Selamat membaca semuanya. Terimakasih telah menyisihkan waktu untuk membaca tulisan saya. Terimakasih untuk orang orang yang ada dipikiran dan hati saya karena telah mengerti apa yang saya ingin sampaikan melalu tulisan di blog ini. Terimakasih. Ini semua sungguh benar benar tulus.
Aku selalu memiliki cara berbeda untuk mencintaimu. Karena kamu terlampau istimewa untuk diperlakukan biasa-biasa saja.

Saturday, 12 September 2015

Telah banyak untaian rindu ini hadir. Ini semua gegaramu. Ya, kamu yang telah membuat rindu ini tak henti. Hingga akjirnya membuat untaian rindu itu menjadi sebuah kebiasaan.

Tuesday, 8 September 2015

Aku mengenalmu belum begitu lama. Maaf jika aku lancang menilaimu. Lelaki yang telah tulus menerima semua kekurangan.
Mungkin kita bertemu sudah lama, hampir beberapa tahun yang lalu.Dan takdir Tuhan membawa kita kesini. Ke dalam sebuah pertemuan yang aku tak tahu jika aku akan menemuimu disini.
Kamu, lelaki yang membiarkanku percaya akan takdir. Kamu, lelaki yang tak pernah ngotot untuk kita bisa bersanding, namun kamu tetap selalu membuatku merasa dimiliki.
Ini bukan hanya sekedar pujian. Aku mengagumi pribadimu.
Dan kamu, selalu membuat cinta ini beriringan dengan logika.
Terimakasih telah mengajarkan banyak hal, Ham. Terimakasih telah menjaga perasaan ini, karena kamu memang pandai menjaga perasaan wanita kan? Ya, seperti yang selalu ibumu ceritakan kepadaku.
Tetap menjadi dirimu yang selalu ku kagumi.

Sunday, 6 September 2015

Dan kita, selalu mengisi pagi dan malam berbarengan.
Malamku selalu terbiasa kau usik hanya sekedar berkata 'aku belum bisa tidur'. Lalu aku biasa mengirimu ucapan selamat pagi meskipun aku tahu kamu belum terbangun sepagi itu.

Saturday, 5 September 2015

Malam ini, terbangun dari sebuah ciumanpanjang darimu. Sebuah kehangatan kasih sayang yang kala itu menemani malam kita. Sepanjang malam, berdua. Saling memeluk dengan rasa rindu yang makin menyeruak direlung hati.
Masih kah itu terasa? Jika aku, ya. Rangkulanmu kala itu selalu menapak, bagaikan jejak yang tak akan pernah hilang.
Masih kah rindu itu ada? Kita selalu bilang bahwa rasa rindu itu tak pernah habis. Pertemuan kita selalu mengisi ulang rasa rindu, selalu begitu dan begitu sampai seterusnya.

Wednesday, 2 September 2015

Aku tak pernah sebercanda itu mengenai hidup. Hidup terlalu singkat hanya untuk ditertawakan. Semua itu terlalu membuat hidup sia-sia. Kita tak bisa berleha-leha hari ini, agar masa depan yang tak akan lama lagi kita pijak, tak berjalan biasa-biasa saja. Biarkan masa depan kita menjadi hal yang luar biasa, dan kita berbahagia didalamnya.

Tuesday, 1 September 2015

Ini tak melulu mengenai cinta seorang kekasih. Hati tak pernah sesempit itu. Ini tak melulu tentang sebuah penantian panjang. Hanya sebagian cerita yang hadir pada beberapa waktu hidup kita.