Sunday, 31 January 2016

..



Dan biarkan hati tak bertuan ini meratapi nasibnya sebentar. Bersedih ataupun menangis sesaat untuk hatinya yang mulai rapuh.

Namun, ketika esok menjelang, semoga tuan sudi adanya untuk singgah menyapu kabut. Membiarkan setitik demi setitik pencerahan masuk pada jiwa si pemilik hati yang tak bertuan.

Tuesday, 26 January 2016

Saat ini, aku menemukan sebuah sisi hati yang penuh kerinduan.
Anehnya, aku tak tahu ini kerinduan untuk apa, untuk siapa.
Setiap rangkaian ingatan di otak tak menemukan sesuatu untuk aku ingat.
Sementara hati mulai menyulam rindu, aku masih berusaha mengingat sesuatu.
Terimakasih kepada semuanya yang telah berkenan membaca tulisan saya yang biasa-biasa ini.

Monday, 25 January 2016

Karena sampai saat ini, aku masih berterimakasih kepadamu lebih dalam dibanding semuanya.
Sebab, terimakasih bukan hanya sebuah ucapan, namun ungkapan penghargaan. Harga untuk pengorbanan, waktu, dan kenangan.

Saturday, 23 January 2016

Karena sebuah kecupan dapat membangkitkan sejuta kenangan.
Nampaknya kau telah paham tentangku, tentang kita.
Dan ketika suatu waktu, kau membiarkannya melepas rindu untukmu.

Tuesday, 19 January 2016

Tiramisu

Sore tadi, aku menemui sebuah kenangan di dalam sepotong tiramisu.
Tiramisu dari toko yang sama. Masih dengan ukuran dan rasa yang sama.
Dulu, kau memberiku ini, dengan sebuah senyuman hangat dan tatapan penuh harap. Tatapanmu yang khas seperti biasanya.
Kali ini, aku nikmati sendiri. Dengan jutaan keping rindu dari setiap suap yang di rasakan.
Dan, rasa tiramisu ini menjadi sangat khidmat, gegara kau.

Thursday, 14 January 2016

"Kita percaya Tuhan, kita percaya takdir, kita percaya jodoh, kalo kita jodoh, kita akan bertemu pada saat yg tepat", Ilham Prayoga.
Cinta, aku teramat terluka.
Kaki pincang tak bisa menopang dengan sempurna. Namun ijinkan aku tertatih menghampirimu.Sejenak atau beberapa detik saja.
Boleh kah aku menyimpan tetesan rindu ini untukmu?
Agar ada yang bisa aku kenang nanti.

Wednesday, 6 January 2016

Terimakasih karena telah menjadikan aku satu-satunya dan yg terakhir.

Tuesday, 5 January 2016

Ini bukan seberapa lama kita berdampingan, namun seberapa dalam kita saling merasa, hingga kepergianmu membuat separuh jiwa lenyap.

Friday, 1 January 2016

Maaf jika aku menggerutu. Tuhan lebih sayang kamu.
Demi waktu dan segala jejaknya, aku mendoakanmu dalam hening suatu jiwa. Aku tak meminta banyak, cukup satu, dan cukup Tuhan yang tahu.
Semoga aku tetap seperti ini dalam mencintaimu.
Semoga hati tetap bersedia menaruh secangkir rindu pada setiap detiknya.
Ijinkan aku tetap merindumu dalam gelap senja kelak.