aku terlalu biasa menikmati senja. Setiap warna jingga itu muncul, aku bersegera menghampiri senja itu, untuk sekedar menatapnya dari kejauhan.
Dan suatu ketika senja itu tertutup kabut, aku tak bisa apa-apa. Hanya termangu sepi seakan kehilangan separuh jiwa. Ya senja itu menghilang dengan separuh jiwa. Rongga dada menjadi terasa sesak hanya agar dapat tetap bernafas. Aku hampir mati kali ini, melihat kabut itu merenggut senja.
Dan suatu ketika senja itu tertutup kabut, aku tak bisa apa-apa. Hanya termangu sepi seakan kehilangan separuh jiwa. Ya senja itu menghilang dengan separuh jiwa. Rongga dada menjadi terasa sesak hanya agar dapat tetap bernafas. Aku hampir mati kali ini, melihat kabut itu merenggut senja.