Monday, 31 August 2015

aku terlalu biasa menikmati senja. Setiap warna jingga itu muncul, aku bersegera menghampiri senja itu, untuk sekedar menatapnya dari kejauhan.
Dan suatu ketika senja itu tertutup kabut, aku tak bisa apa-apa. Hanya termangu sepi seakan kehilangan separuh jiwa. Ya senja itu menghilang dengan separuh jiwa. Rongga dada menjadi terasa sesak hanya agar dapat tetap bernafas. Aku hampir mati kali ini, melihat kabut itu merenggut senja.

Saturday, 29 August 2015

Mamah, selamat ulangtahun.Tak ada yang bisa aku beri selain doa dan harapan agar kau selalu dilimpahi keberkahan hidup oleh Sang Pemilik kehidupan.
Terimakasih karena selalu menjadi mamah yang terbaik. Jadi manusia super, yang selalu menjaga kami dengan ikhlas. Orang yang selalu mendukung apapun yang aku lakukan ketika semua orang berkata tidak.
Kali ini, diusia Mamah yang telah menapaki setengah abad, ijinkan aku untuk bisa membahagiakanmu, walaupun hingga kini aku belum menginjak kesuksesan yang selalu kau ucap, kau doakan, kau harapkan untukku. Semoga Tuhan dapat memberikan waktu yang banyak untuk Mamah agar dapat melihat aku sukses, seperti yang Mamah harapkan.
Mah, selamat ulangtahun.

Tuesday, 25 August 2015

hampir saja ketiadaan ini mengurungkan semua rencana yang telah disusun jauh-jauh hari, ataukah memang akan urung? Ini terlalu sulit diprediksi akan berakhir seperti apa. Cerita ini mungkin saja tak berakhir sesuai dengan ekspektasi., ataukah mungkin aku hanya ketakutan saja cerita ini tak berjalan seperti yg aku mau?
Ini semua terlalu sulit untuk diprediksi.

Friday, 21 August 2015

Celah jendela itu membiarkan sebuah kerinduan menyusup melalui angin malam ini. Angin terasa lebih erat memelukku
Ini kerinduan gegaramu.

Saturday, 15 August 2015

pagi ini, masih tetap sama.Tanpa perlu bersentuhan, embun itu berhasil memberikan kesejukan melalui suaramu. Membasahi tanah kerinduan gegaramu. Syukurlah kau masih ingin menjaga hati ini, sebuah padang yg kini ditumbuhi kerinduan lagi dan lagi.
Aku menungguimu disini, menunggu padang jiwa itu kau sentuh lagi, kau dekap dan kau jaga dari dekat

Thursday, 13 August 2015

Akhirnya semua hujan ini dapat terlewati dengan ikhlas. Bersamamu atau tanpamu.
Lalu pelangi membiarkan hujan selalu indah pada ujungnya, sederas apapun hujannya.
Dan hujan pun tetap meninggalkan sisa-sisa tetes air yg sesekali dapat disentuh untuk mengenang kita.