Dan waktu, telah bergulir lama. Hingga hari ini aku menapaki jejak hingga 21 tahun lamanya. Menghela nafas dan hidup, melukis jejak.
18 Juni 1994, 08.00, yang katanya pada saat itu aku terlahir didunia. Aku tak mengingat benar, atau mungkin aku memang tak ingat. Lalu, setiap tahunnya menjadi hari yang katanya hari ulangtahunku. Entahlah, aku tak ingat benar.
Sungguh, aku tak ingin berulangtahun, aku tak ingin mengulang tahun-tahun lalu dengan segala kekurangannya. Ucapan ulangtahun itu membuat bahagia karena aku merasa kau dan kalian mengingatku. Ya, aku bahagia kalian mengingatku.
Dan hari ini, 21 tahun aku menapaki hari, menghela nafas dan hidup. Dengan segala perubahannya hingga hari ini, yang dianggap menjadi salahsatu titik pendewasaan diri.
Akhirnya, aku tetap selalu merasa bersuyukur telah menapaki tanggal ini.
18 Juni 1994, 08.00, yang katanya pada saat itu aku terlahir didunia. Aku tak mengingat benar, atau mungkin aku memang tak ingat. Lalu, setiap tahunnya menjadi hari yang katanya hari ulangtahunku. Entahlah, aku tak ingat benar.
Sungguh, aku tak ingin berulangtahun, aku tak ingin mengulang tahun-tahun lalu dengan segala kekurangannya. Ucapan ulangtahun itu membuat bahagia karena aku merasa kau dan kalian mengingatku. Ya, aku bahagia kalian mengingatku.
Dan hari ini, 21 tahun aku menapaki hari, menghela nafas dan hidup. Dengan segala perubahannya hingga hari ini, yang dianggap menjadi salahsatu titik pendewasaan diri.
Akhirnya, aku tetap selalu merasa bersuyukur telah menapaki tanggal ini.