Saturday, 7 June 2014

Matahari pagi ini masih muncul dengan biasa. Perlahan memantulkan cahayanya pada embun yang tetap biasa berbaris di tiap helai daunnya. Hangatnya mulai terasa seperti biasa setelah ku tatap cahayanya bersama dengan rasa rindu yang semerbak. Dan, seperti biasa, aku bisa merindukanmu sepagi ini. Pagi yang seperti biasa hadir untuk menghabiskan rasa rindu yang aku tahu sebenarnya itu tak akan pernah habis. Selamat pagi, aku terbiasa merindukanmu.

Wednesday, 4 June 2014

Aku berada di sebuah padang mahaluas yang belum sempat dijamah. Aku berada disana, tapi aku tak disana. Aku menangis, tapi mataku tak basah. Aku tertawa, tapi mulutku sepi. Sampai pada akhirnya aku tahu, kalau aku tak tahu.